<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Cerita Menarik &#124; Misteri Dunia &#124; Kisah Kisah Indah Dan Inspirasi &#187; Kumpulan Cerita Menarik</title>
	<atom:link href="http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sangatmenarik.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 May 2012 00:18:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sangatmenarik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fc284f37d122e9cf0bb4888de3b31ee5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kumpulan Cerita Menarik &#124; Misteri Dunia &#124; Kisah Kisah Indah Dan Inspirasi &#187; Kumpulan Cerita Menarik</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sangatmenarik.wordpress.com/osd.xml" title="Kumpulan Cerita Menarik &#124; Misteri Dunia &#124; Kisah Kisah Indah Dan Inspirasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sangatmenarik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JANGAN BENCI AKU, MAMA</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/jangan-benci-aku-mama/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/jangan-benci-aku-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=648&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. <span id="more-648"></span>Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.</p>
<p>Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.</p>
<p>Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.</p>
<p>Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, &#8220;Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!&#8221; Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, &#8220;Tunggu&#8230;, sepertinya saya mengenalmu.</p>
<p>Siapa namamu anak manis?&#8221;<br />
&#8220;Nama saya Elic, Tante.&#8221;<br />
&#8220;Eric? Eric&#8230; Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?&#8221;<br />
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati&#8230;, mati&#8230;, mati&#8230; Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric&#8230;<br />
Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping.<br />
&#8220;Mary, apa yang sebenarnya terjadi?&#8221;<br />
&#8220;Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.&#8221; tTpi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. ..<br />
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangissaya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric&#8230; Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali&#8230; Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah.<br />
Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama&#8230; Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. .. Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu&#8230; Air mata saya mengalir<br />
dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.</p>
<p>&#8220;Heii&#8230;! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!&#8221;<br />
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, &#8220;Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, &#8216;Mommy&#8230;, mommy!&#8217; Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya pun membaca tulisan di kertas itu&#8230;<br />
&#8220;Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi&#8230;?<br />
Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom&#8230;&#8221; Saya menjerit histeris membaca surat itu.<br />
&#8220;Bu, tolong katakan&#8230; katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!&#8221;<br />
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.<br />
&#8220;Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana &#8230; Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini&#8230; Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana .<br />
Nyonya,dosa anda tidak terampuni!&#8221;<br />
Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. (kisah nyata di irlandia utara)</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=648&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/jangan-benci-aku-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>112</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengrajin Emas dan Kuningan &#8211; Pelajaran tentang ketekunan</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pengrajin-emas-dan-kuningan-pelajaran-tentang-ketekunan/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pengrajin-emas-dan-kuningan-pelajaran-tentang-ketekunan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah negeri, hiduplah dua orang pengrajin yang tinggal bersebelahan. Seorang diantaranya, adalah pengrajin emas, sedang yang lainnya pengrajin kuningan. Keduanya telah lama menjalani pekerjaan ini, sebab, ini adalah pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun. Telah banyak pula barang yang dihasilkan dari pekerjaan ini. Cincin, kalung, gelang, dan untaian rantai penghias, adalah beberapa dari hasil kerajinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=646&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah negeri, hiduplah dua orang pengrajin yang tinggal bersebelahan.<br />
Seorang diantaranya, adalah pengrajin emas, sedang yang lainnya pengrajin<span id="more-646"></span><br />
kuningan. Keduanya telah lama menjalani pekerjaan ini, sebab, ini adalah<br />
pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun. Telah banyak pula barang yang<br />
dihasilkan dari pekerjaan ini. Cincin, kalung, gelang, dan untaian rantai<br />
penghias, adalah beberapa dari hasil kerajinan mereka.</p>
<p>Setiap akhir bulan, mereka membawa hasil pekerjaan ke kota. Hari pasar, demikian<br />
mereka biasa menyebut hari itu. Mereka akan berdagang barang-barang logam itu,<br />
sekaligus membeli barang-barang keperluan lain selama sebulan. Beruntunglah,<br />
pekan depan, akan ada tetamu agung yang datang mengunjungi kota, dan bermaksud<br />
memborong barang-barang yang ada disana. Kabar ini tentu membuat mereka senang.<br />
Tentu, berita ini akan membuat semua pedagang membuat lebih banyak barang yang<br />
akan dijajakan.</p>
<p>Siang-malam, terdengar suara logam yang ditempa. Setiap dentingnya, layaknya<br />
nafas hidup bagi mereka. Tungku-tungku api, seakan tak pernah padam. Kayu bakar<br />
yang tampak membara, seakan menjadi penyulut semangat keduanya. Percik-percik<br />
api yang timbul tak pernah di hiraukan mereka. Keduanya sibuk dengan pekerjaan<br />
masing-masing. Sudah puluhan cincin, kalung, dan untaian rantai penghias yang<br />
siap dijual. Hari pasar makin dekat. Dan lusa, adalah waktu yang tepat untuk<br />
berangkat ke kota.</p>
<p>Hari pasar telah tiba, dan keduanya pun sampai di kota. Hamparan terpal telah<br />
digelar, tanda barang dagangan siap dijajakan. Keduanya pun berjejer<br />
berdampingan. Tampaklah, barang-barang logam yang telah dihasilkan. Namun, ah<br />
sayang, ada kontras yang mencolok diantara keduanya. Walaupun terbuat dari logam<br />
mulia, barang-barang yang dibuat oleh pengrajin emas tampak kusam. Warnanya tak<br />
berkilau. Ulir-ulirnya kasar, dengan pokok-pokok simpul rantai yang tak rapi.<br />
Seakan, sang pembuatnya adalah seorang yang tergesa-gesa.</p>
<p>“Ah, biar saja,” demikian ucapan yang terlontar saat pengrajin kuningan<br />
menanyakan kenapa perhiasaannya kawannya itu tampak kusam. “Setiap orang akan<br />
memilih daganganku, sebab, emas selalu lebih baik dari kuningan,” ujar pengrajin<br />
emas lagi, “Apalah artinya loyang buatanmu dibanding logam mulia yang kupunya,<br />
aku akan membawa uang lebih banyak darimu.” Pengrajin kuningan, hanya tersenyum.<br />
Ketekunannya mengasah logam, membuat semuanya tampak lebih bersinar.<br />
Ulir-ulirnya halus. Lekuk-lekuk cincin dan gelang buatannya terlihat seperli<br />
lingkaran yang tak putus. Liku-liku rantai penghiasnya pun lebih sedap di<br />
pandang mata.</p>
<p>Ketekunan, memang sesuatu yang mahal. Hampir semua orang yang lewat, tak menaruh<br />
perhatian kepada pengrajin emas. Mereka lebih suka mendatangi, dan<br />
melihat-melihat cincin dan kalung kuningan. Begitupun tetamu agung yang berkenan<br />
datang. Mereka pun lebih menyukai benda-benda kuningan itu dibandingkan dengan<br />
logam mulia. Sebab, emas itu tidaklah cukup mereka tertarik, dan mau membelinya.<br />
Sekali lagi, terpampang kekontrasan di hari pasar itu. Pengrajin emas yang<br />
tertegun diam, dan pengrajin kuningan yang tersenyum senang.</p>
<p>Hari pasar telah usai, dan para tetamu telah kembali pulang. Kedua pengrajin itu<br />
pun telah selesai membereskan dagangan. Dan agaknya, keduanya mendapat pelajaran<br />
dari apa yang telah mereka lakukan hari itu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=646&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pengrajin-emas-dan-kuningan-pelajaran-tentang-ketekunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan kebahagiaan</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/jalan-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/jalan-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:37:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku, Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku. Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat. Beberapa hal cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=644&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku,<br />
Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.<span id="more-644"></span></p>
<p>Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.</p>
<p>Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.</p>
<p>Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.</p>
<p>Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.</p>
<p>Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.</p>
<p>Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkimpoian yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.</p>
<p>Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota .</p>
<p>Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.</p>
<p>Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkimpoian, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.</p>
<p>Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkimpoian. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.</p>
<p>Kini, saya tahu kenapa perkimpoian ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.</p>
<p>Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkimpoian, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.</p>
<p>Karena Tuhan telah menciptakan perkimpoian, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkimpoian yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkimpoian yang baik, pasti dapat diharapkan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=644&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/jalan-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengorbanan yang dianggap benar</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pengorbanan-yang-dianggap-benar/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pengorbanan-yang-dianggap-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkimpoian, dan secara perlahan –lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini. Di masa awal perkimpoian, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkimpoian sendiri. Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=642&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkimpoian, dan secara perlahan –lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.</p>
<p>Di masa awal perkimpoian, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkimpoian sendiri.<span id="more-642"></span></p>
<p>Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.</p>
<p>Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.</p>
<p>Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. .</p>
<p>Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!</p>
<p>Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?</p>
<p>Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkimpoian ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah.</p>
<p>Saya sedang mempertunjukkan kembali perkimpoian ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka.</p>
<p>Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.</p>
<p>Yang kamu inginkan ?</p>
<p>Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya…<br />
Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkimpoiannya,</p>
<p>Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.</p>
<p>Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkimpoian, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.</p>
<p>Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.</p>
<p>cara saya juga sama seperti ibu, perkimpoian saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkimpoian yang bahagia.</p>
<p>Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.</p>
<p>Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.</p>
<p>Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?</p>
<p>Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.</p>
<p>Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu….dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.</p>
<p>Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.</p>
<p>Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut.<br />
Kami meneruskan menikamti kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/642/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=642&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pengorbanan-yang-dianggap-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimisme hidup</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/optimisme-hidup/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/optimisme-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Bob Butler kehilangan kedua kakinya pada tahun 1965 akibat ledakan ranjau di Vietnam. Ia kembali ke negerinya sebagai pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian IA sekali lagi membuktikan kepahlawanan yang murni berasal dari lubuk hatinya. Butler sedang bekerja di garasi rumahnya di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu Hari dalam musim panas ketika IA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=640&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bob Butler kehilangan kedua kakinya pada tahun 1965 akibat ledakan ranjau di Vietnam. Ia kembali ke negerinya sebagai pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian IA sekali lagi membuktikan kepahlawanan yang murni berasal dari lubuk hatinya.<span id="more-640"></span></p>
<p>Butler sedang bekerja di garasi rumahnya di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu Hari dalam musim panas ketika IA mendengar jeritan seorang wanita dari salah satu rumah tetangganya. Ia menggelindingkan kursi rodanya ke rumah ini, tetapi semak-semak yang tinggi di rumah itu tidak memungkinkan kursi rodanya mencapai pintu belakang. Maka veteran itu keluar dari kursinya Dan merangkak tanpa peduli debu Dan semak yang harus dilewatinya.</p>
<p>&#8220;Aku harus sampai ke sana,&#8221; ucapnya dalam hati. &#8220;Tak peduli bagaimanapun sulitnya.&#8221;</p>
<p>Ketika Butler tiba di rumah itu, IA tahu bahwa jeritan itu datang dari arah kolam. Di sana seorang anak perempuan berusia kira-kira tiga tahun sedang terbenam di dalamnya. Anak itu lahir tanpa lengan, sehingga ketika IA jatuh ke dalam kolam IA tidak dapat berenang. Sang ibu hanya bisa berdiri mematung sambil menangisi putri kecilnya. Butler langsung menceburkan diri Dan menyelam ke dalam dasar kolam lalu membawanya naik. Wajah anak bernama Stephanie itu sudah membiru, denyut nadinya tidak terasa Dan IA tidak benapas.</p>
<p>Butler segera berusaha melakukan pernafasan buatan untuk menghidupkannya kembali sementara ibunya menghubungi pemadam kebakaran melalui telepon. Ia diberitahu bahwa petugas kesehatan kebetulan sedang bertugas di tempat lain. Dengan putus ASA, IA terisak-isak sambil memeluk pundak Butler.</p>
<p>Sementara terus melakukan pernafasan buatan, Butler dengan tenang meyakinkan sang ibu bahwa Stephanie akan selamat. &#8220;Jangan cemas,&#8221; katanya. &#8220;Saya menjadi tangannya untuk keluar dari kolam itu. Ia akan baik-baik saja. Sekarang saya akan menjadi paru-parunya. Bila bersama-sama Kita pasti bisa.&#8221;</p>
<p>Beberapa saat kemudian anak kecil itu mulai terbatuk-batuk, sadar kembali Dan mulai menangis. Ketika mereka saling berpelukan Dan bergembira bersama-sama, sang ibu bertanya kepada Butler tentang bagaimana IA yakin bahwa anaknya akan selamat.</p>
<p>&#8220;Ketika kaki saya remuk terkena ledakan di Vietnam, saya sedang sendirian di sebuah ladang,&#8221; ceritanya kepada perempuan itu. &#8220;Tidak Ada orang lain di sekitar situ yang bisa menolong kecuali seorang gadis Vietnam yang masih kecil. Sambil berjuang menyeretnya ke desa, gadis itu berbisik dalam bahasa Inggris<br />
patah-patah, &#8220;Tidak apa-apa. Anda akan hidup. Saya akan menjadi kaki Anda. Bersama-sama Kita pasti bisa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ini kesempatan bagi saya untuk membalas yang pernah saya terima,&#8221; katanya kepada ibu Stephanie.</p>
<p>Kita semua adalah malaikat-malaikat bersayap sebelah. Hanya bila saling membantu Kita semua dapat terbang ( Luciano De Crescenzo. )</p>
<p>Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkimpoian tidak berakhir bahagia</p>
<p>Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.</p>
<p>Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.</p>
<p>Setiap sore, ibu selalu membungkukkan nbadan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.</p>
<p>Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.</p>
<p>Ibu saya adalah seorang w anita yang sangat rajin.</p>
<p>Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.</p>
<p>Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkimpoian, tidak memahaminya.</p>
<p>Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.</p>
<p>Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.</p>
<p>Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.<br />
Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.<br />
Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.<br />
Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkimpoian.<br />
Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkimpoian ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkimpoian yang baik.<br />
Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkimpoian mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkimpoian yang bahagia?</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=640&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/optimisme-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tukang Roti dan Petani</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/tukang-roti-dan-petani/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/tukang-roti-dan-petani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=638&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.<span id="more-638"></span> Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.</p>
<p>Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, &#8220;Tentu kau mempunyai timbangan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, tuan hakim,&#8221; jawab petani.</p>
<p>&#8220;Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?&#8221; tanya hakim.</p>
<p>Petani itu menjawab, &#8220;Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu.&#8221;</p>
<p>Smiley&#8230;! Cukup banyak contoh, kekesalan kita pada orang lain berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=638&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/tukang-roti-dan-petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Sebuah Senyuman</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/nilai-sebuah-senyuman/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/nilai-sebuah-senyuman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak Dia memperkaya meraka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya. Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya. Tak seorangpun yang meskipun kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetap menjadi lebih kaya daripada manfaatnya. Dia menciptakan kebahagian di rumah, mendukung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=636&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak<br />
Dia memperkaya meraka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.<br />
Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.<span id="more-636"></span><br />
Tak seorangpun yang meskipun kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetap menjadi lebih kaya daripada manfaatnya.<br />
Dia menciptakan kebahagian di rumah, mendukung niat baik dalam bisnis dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.<br />
Dia memberi istirahat untuk rasa lelah, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi<br />
kesediahan dan penangkal alam bagi kesulitan.<br />
Namun dia tidak bisa di beli, dimohon dipinjam atau dicuri karena dia adalah sesuatu yang tidak<br />
berguna sebelum di berikan pada orang lain.<br />
Dan apabila pada menit terakhir kesibukan &#8230; di mana sebagian pelayan penjual kami menjadi<br />
terlalu lelah untuk memberi Anda senyuman, bolehkah kami meminta Anda meninggalkan seulas senyuman Anda?<br />
Karena tak seorangpun yang begitu yang lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan!</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=636&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/nilai-sebuah-senyuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bola masuk kedalam kertas</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/bola-masuk-kedalam-kertas/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/bola-masuk-kedalam-kertas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik? Sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=634&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?<span id="more-634"></span></p>
<p>Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?</p>
<p>Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.</p>
<p>Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.</p>
<p>Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.</p>
<p>Smiley&#8230;! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=634&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/bola-masuk-kedalam-kertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali-2/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[kamu berdua sampai selesai!&#8221; Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.&#8221; Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=632&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kamu berdua sampai selesai!&#8221;<br />
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk<br />
meminjam<br />
uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku<br />
yang<span id="more-632"></span><br />
membengkak, dan berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan<br />
sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang<br />
kemiskinan<br />
ini.&#8221; Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan<br />
ke<br />
universitas.<br />
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil.<br />
Hari demi<br />
hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning,<br />
dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik,<br />
tiga tahun lebih muda dariku.</p>
<p>Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis<br />
di<br />
sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen<br />
dari laci<br />
ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku<br />
berlutut di<br />
depan tembok,<br />
dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. &#8220;Siapa yang mencuri uang<br />
itu?&#8221;<br />
Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah<br />
tidak<br />
mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, &#8220;Baiklah, kalau<br />
begitu, kalian<br />
berdua layak dipukul!&#8221; Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.<br />
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan<br />
berkata, &#8220;Ayah, aku yang melakukannya!&#8221;</p>
<p>Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah<br />
begitu<br />
marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau<br />
kehabisan<br />
nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan<br />
memarahi, &#8220;Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal<br />
memalukan<br />
apa lagi yang akan kamulakukan di masa mendatang? &#8230;<br />
Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!&#8221;</p>
<p>Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya<br />
penuh<br />
dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata<br />
setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis<br />
meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan<br />
berkata,<br />
&#8220;Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.&#8221;</p>
<p>Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup<br />
keberanian<br />
untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi<br />
insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak<br />
pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku.<br />
Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.</p>
<p>Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk<br />
masuk ke<br />
SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk<br />
masuk ke<br />
sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,<br />
menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya<br />
memberengut, &#8220;Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu<br />
baik&#8230;hasil<br />
yang begitu baik&#8230;&#8221;<br />
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, &#8220;Apa<br />
gunanya?<br />
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai<br />
keduanya sekaligus?&#8221;</p>
<p>Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan<br />
berkata, &#8220;Ayah,<br />
saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah<br />
cukup membaca banyak buku.&#8221; Ayah mengayunkan tangannya dan memukul<br />
adikku<br />
pada wajahnya. &#8220;Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat<br />
lemahnya?<br />
Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan<br />
menyekolahkan</p>
<p>Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku<br />
meninggalkan<br />
rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang<br />
sudah<br />
mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan<br />
secarik<br />
kertas di atas bantalku: &#8220;Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah.<br />
Saya<br />
akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.&#8221;<br />
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis<br />
dengan<br />
air mata bercucuran sampai suaraku hilang.<br />
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.</p>
<p>Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang<br />
adikku<br />
hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi<br />
konstruksi, aku<br />
akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).<br />
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku<br />
masuk dan<br />
memberitahukan, &#8220;Ada seorang penduduk dusun<br />
menunggumu di luar sana!&#8221;<br />
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar,<br />
dan<br />
melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor<br />
tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, &#8220;Mengapa kamu tidak<br />
bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?&#8221; Dia menjawab,<br />
tersenyum,<br />
&#8220;Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika<br />
mereka tahu<br />
saya adalah adikmu?<br />
Apa mereka tidak akan menertawakanmu?&#8221;</p>
<p>Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-<br />
debu<br />
dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, &#8220;Aku<br />
tidak<br />
perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu<br />
adalah<br />
adikku<br />
bagaimana pun penampilanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-<br />
kupu. Ia<br />
memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,<br />
&#8220;Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga<br />
harus<br />
memiliki satu.&#8221; Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku<br />
menarik<br />
adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.<br />
Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.</p>
<p>Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah<br />
telah<br />
diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana.<br />
Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan<br />
ibuku.<br />
&#8220;Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk<br />
membersihkan<br />
rumah kita!&#8221; Tetapi katanya, sambil tersenyum, &#8220;Itu<br />
adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.<br />
Tidakkah kamu<br />
melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela<br />
baru<br />
itu..&#8221;</p>
<p>Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus,<br />
seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada<br />
lukanya<br />
dan mebalut lukanya. &#8220;Apakah itu sakit?&#8221; Aku menanyakannya. &#8220;Tidak,<br />
tidak<br />
sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu<br />
berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku<br />
bekerja dan&#8230;&#8221;</p>
<p>Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku<br />
memunggunginya,<br />
dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.<br />
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.</p>
<p>Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku<br />
mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal<br />
bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan,<br />
sekali<br />
meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa.<br />
Adikku<br />
tidak setuju juga, mengatakan, &#8220;Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan<br />
menjaga ibu dan ayah di sini.&#8221;</p>
<p>Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku<br />
mendapatkan<br />
pekerjaan sebagai manajer pada departemen<br />
pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras<br />
memulai<br />
bekerja sebagai pekerja reparasi.</p>
<p>Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah<br />
kabel,<br />
ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku<br />
dan aku<br />
pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu,<br />
&#8220;Mengapa kamu menolak<br />
menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu<br />
yang<br />
berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius.<br />
Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?&#8221;</p>
<p>Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.<br />
&#8220;Pikirkan kakak ipar&#8211;ia baru saja jadi direktur, dan<br />
saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti<br />
itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?&#8221;</p>
<p>Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang<br />
sepatah-sepatah: &#8220;Tapi kamu kurang pendidikan juga<br />
karena aku!&#8221; &#8220;Mengapa membicarakan masa lalu?&#8221; Adikku menggenggam<br />
tanganku.<br />
Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.</p>
<p>Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani<br />
dari<br />
dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara<br />
perayaan itu bertanya kepadanya, &#8220;Siapa yang paling kamu hormati dan<br />
kasihi?&#8221; Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, &#8220;Kakakku.&#8221;</p>
<p>Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan<br />
tidak<br />
dapat kuingat. &#8220;Ketika saya pergi sekolah SD, ia<br />
berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan<br />
selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke<br />
rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.</p>
<p>Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu<br />
saja dan<br />
berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu<br />
gemetaran<br />
karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang<br />
sumpitnya.<br />
Sejak hari itu,<br />
saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku<br />
dan baik<br />
kepadanya.&#8221;</p>
<p>Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan<br />
perhatiannya<br />
kepadaku.</p>
<p>Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, &#8220;Dalam hidupku,<br />
orang yang<br />
paling aku berterima kasih adalah adikku.&#8221; Dan<br />
dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan<br />
perayaan<br />
ini, air mata bercucuran turun dari wajahku<br />
seperti sungai.</p>
<p>Ciuman seorang anak]<br />
Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam seminggu, dan sering kali sudah<br />
lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga mereka -memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya. Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman. Hanya ada satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.</p>
<p>Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie, untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan ciuman selamat malam pada mereka berdua. “Ibu sayang padamu,” kata ibu Debbie. “Aku juga sayang Ibu,” gumam Debbie.</p>
<p>Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang memberikan ciuman apapun padanya.. Juga tak ada<br />
yang pernah mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring sambil berpikir, Mestinya memang seperti itu .<br />
Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya. “Kau senang di rumah Debbie?” tanya ibunya. “Rumah ini sepi sekali tanpa kau,” kata ayahnya. Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya. Ia benci pada orangtunya. Kenapa mereka tak pernah menciumnya? Kenapa mereka tak pernah memeluknya atau<br />
mengatakan menyayanginya? Apa<br />
mereka tidak menyayanginya?. Ingin rasanya ia lari dari rumah, dan tinggal<br />
bersama ibu Debbie. Mungkin ada<br />
kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua kandungya. Mungkin ibunya yang asli adalah ibu Debbie.</p>
<p>Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtunya. “Selamat malam,”katanya.<br />
Ayahnya,yang sedang membaca koran,<br />
menoleh. “Selamat malam”, sahut ayahnya. Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan tersenyum. “Selamat malam, Cindy.”</p>
<p>Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.”Kenapa aku tidak pernah diberi ciuman?” tanyanya. Ibunya tampak bingung. “Yah,” katanya terbata-bata, “sebab… Ibu rasanya karena tidak ada yang pernah mencium Ibu waktu waktu Ibu masih kecil. Itu saja.”</p>
<p>Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah. Akhirnya ia memutuskan untuk kabur. ia akan<br />
pergi kerumah Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali kepada orangtuanya yang tidak<br />
pernah menyayanginya.<br />
Ia mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah Debbie, ia tidak berani masuk. Ia merasa takkan ada yang mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal bersama orangtua Debbie.<br />
Maka ia membatalkan rencananya dan<br />
pergi.</p>
<p>Segalanya terasa kosong dan tidak menyenangkan. Ia takkan pernah mempunyai keluarga seperti keluarga Debbie. Ia terjebak selamanya bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa sayang di dunia ini.</p>
<p>Cindy tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku. Ia duduk lama, sambil berpikir,hingga hari gelap. Sekonyong-konyong ia mendapat gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia akan membuatnya berhasil.</p>
<p>Ketika ia masuk kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. sang ayah langsung menutup telepon. ibunya sedang duduk<br />
dengan ekspresi cemas. Begitu Cindy masuk, ibunya berseru,” Dari mana saja kau? Kami cemas sekali!”.</p>
<p>Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan ciuman di pipi, sambil berkata,”Aku sayang padamu,Bu.” Ibunya sangat terperanjat, hingga tak bisa bicara. Lalu Cindy menghampiri ayahnya dan memeluknya sambil berkata,”Selamat malam, Yah. Aku sayang padamu,” Lalu ia pergi tidur, meninggalkan kedua orangtunya yang terperangah di dapur.</p>
<p>Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman lagi pada ayah dan ibunya. Di halte bus, ia<br />
berjingkat dan mengecup ibunya. “Hai, Bu,”katanya. “Aku sayang padamu.”</p>
<p>Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan setiap bulan.<br />
Kadang-kadang orangtuanya menarik<br />
diri darinya dengan kaku dan canggung. Kadang-kadang mereka hanya tertawa. Tapi mereka tak pernah membalas<br />
ciumannya. Namun Cindy tidak putus asa. Ia telah membuat rencana, dan ia<br />
menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu malam ia lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka dan ibunya masuk. “Mana ciuman untukku ?” tanya ibunya, pura-pura marah. Cindy duduk tegak. “Oh, aku lupa,” sahutnya. Lalu ia mencium ibunya. “Aku sayang padamu, Bu.” Kemudian ia berbaring lagi. “Selamat malam”, katanya, lalu memejamkan mata. Tapi ibunya tidak segera keluar. Akhirnya ibunya berkata. “Aku juga sayang padamu.”<br />
Setelah itu ibunya membungkuk dan<br />
mengecup pipi Cindy.”Dan jangan pernah lupa menciumku lagi,” katanya dengan nada dibuat tegas. Cindy tertawa. “Baiklah,”katanya. Dan ia memang tak pernah lupa lagi.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian, Cindy mempunyai anak sendiri, dan ia selalu memberikan ciuman pada bayi itu, sampai katanya pipi mungil bayinya menjadi merah. Dan setiap kali ia pulang kerumah, yang pertama dikatakan ibunya adalah,<br />
:Mana ciuman untukku?” Dan kalau sudah waktunya Cindy pulang, ibunya akan berkata, Aku sayang padamu. Kau tahu itu, bukan?”<br />
“Ya,Bu,” kata Cindy. “Sejak dulu aku sudah tahu.”</p>
<p>Ps:</p>
<p>* Bila kita ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari dan ingin<br />
agar orang lain melakukannya pada diri kita sendiri, Lakukan &amp; mulailah dari diri kita sendiri. Jangan putus asa !!!.<br />
* Bila jadi orangtua kelak, untuk menunjukkan kasih sayang kepadanya, “Cium dan<br />
Peluklah”.<br />
* Hargailah apa yang anda miliki, terutama orang yang anda cintai. Hargai juga<br />
waktu yang anda miliki, berikanlah waktu<br />
untuk anak, keluarga atau orang yang anda cintai walau hanya sesaat namun<br />
berarti untuknya dan bisa membuatnya bahagia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/632/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=632&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lukisan yang rusak</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/lukisan-yang-rusak/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/lukisan-yang-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 09:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus. dan lukisan ini dipakai pada saat pernikahan putri diana. Sang pelukis ketika menyelesaikan lukisannya sangat senang dan memandangi lukisan yang berukuran 2×8 m dan sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur. dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=630&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus. dan lukisan ini dipakai pada saat pernikahan putri diana.<span id="more-630"></span></p>
<p>Sang pelukis ketika menyelesaikan lukisannya sangat senang dan memandangi lukisan yang berukuran 2×8 m dan sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur. dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. dia terus berjalan mundur dan dibelakang adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia mengakhiri hidupnya.</p>
<p>Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut tapi tidak jadi karena dia berpikir sekali dia berteriak pelukis tersebut malah bisa jatuh. Kemudian orang yang melihat pelukis tersebut mengambil kuas dan cat yang ada didepan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak.</p>
<p>Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut. tetapi beberapa orang yang ada disitu menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.</p>
<p>Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan pasangan yang kita idamkan. tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Tuhan, karena Tuhan melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau juga terhadap pemimpin kita. tapi perlu kita ketahui Tuhan selalu menyediakan yang terbaik.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=630&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/lukisan-yang-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aku sudah tua</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/ketika-aku-sudah-tua/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/ketika-aku-sudah-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku&#8230;&#8230; Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu. Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=628&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.<br />
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku&#8230;&#8230;<br />
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.<br />
<span id="more-628"></span><br />
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah<br />
bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.<br />
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah<br />
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.</p>
<p>Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.<br />
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu<br />
mandi?</p>
<p>Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,<br />
jangan mengejekku.<br />
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap &#8220;mengapa&#8221;<br />
darimu.</p>
<p>Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk<br />
memapahku.<br />
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.<br />
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.</p>
<p>Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau<br />
di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.</p>
<p>Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.<br />
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu<br />
mulai belajar menjalani kehidupan.<br />
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,<br />
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.</p>
<p>Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh<br />
rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga<br />
untukmu.</p>
<p>Pesan:<br />
Hormati Ayah dan Ibumu sebelum mereka meninggalkan anda dengan kedukaan yang mendalam.</p>
<p>PERANGKAP TIKUS</p>
<p>Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam &#8220;hmmm&#8230;makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??&#8221;</p>
<p>Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.<br />
Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak<br />
&#8221; Ada Perangkap Tikus di rumah&#8230;.di rumah sekarang ada perangkap tikus&#8230;.&#8221;</p>
<p>Ia mendatangi ayam dan berteriak &#8221; ada perangkap tikus&#8221;<br />
Sang Ayam berkata &#8221; Tuan Tikus&#8230;, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku&#8221;</p>
<p>Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.<br />
Sang Kambing pun berkata &#8221; Aku turut ber simpati&#8230;tapi tidak ada yangbisa aku lakukan&#8221;</p>
<p>Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.<br />
&#8221; Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali&#8221;</p>
<p>Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata</p>
<p>&#8221; Ahhh&#8230;Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku&#8221;</p>
<p>Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.</p>
<p>Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilikrumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.</p>
<p>Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.</p>
<p>Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam (kaki ayam) oleh suaminya.<br />
(kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)<br />
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang temanmenyarankan untuk makan hati kambing.<br />
Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.</p>
<p>Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman.<br />
Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.</p>
<p>Dari kejauhan&#8230;Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.<br />
Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.</p>
<p>SO&#8230;KALAU SUATU HARI..<br />
KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA&#8230;<br />
PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!!!</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/628/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=628&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/ketika-aku-sudah-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Cinta Sejati dari Negeri Sebelah</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/kisah-cinta-sejati-dari-negeri-sebelah/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/kisah-cinta-sejati-dari-negeri-sebelah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;true love doesn&#8217;t have a happy ending, because true love never ends.&#8221; bener ga? ========================================== Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit. &#8220;Di sini keadaan sulit,&#8221; katanya sambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=626&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;true love doesn&#8217;t have a happy ending, because true love never<br />
ends.&#8221; bener ga?<br />
==========================================</p>
<p>Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji<br />
mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di<br />
negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih<br />
baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan<br />
keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.<br />
<span id="more-626"></span><br />
&#8220;Di sini keadaan sulit,&#8221; katanya sambil memeluk<br />
putranya dan mengucapkan selamat tinggal. &#8220;Kau adalah<br />
harapan kami.&#8221;</p>
<p>Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan<br />
transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja<br />
sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos<br />
pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas<br />
di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.</p>
<p>Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal<br />
lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya<br />
penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari<br />
ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua<br />
kamar, Shinji merindukan dan sangat ingin disambut<br />
oleh wanita yang dicintainya. Satu-satunya yang<br />
disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu<br />
nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Asaka<br />
Matsutoya sebelum secara resmi punya kesempatan<br />
mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga<br />
mereka sudah lama berteman dan selama itu pula<br />
diam-diam dia berharap bisa memperistri Asaka.</p>
<p>Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang<br />
menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Yoshinori<br />
Matsutoya yang paling cantik. Shinji baru sempat duduk<br />
di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan<br />
mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah<br />
gadis itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam<br />
sebelum tidur di kabinnya, Shinji ingin sekali<br />
membelai rambut Asaka yang pirang kemerahan dan<br />
memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya,<br />
meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.</p>
<p>Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang<br />
mengabarkan rencana untuk membuat hidup Shinji menjadi<br />
lengkap. Pak Yoshinori Matsutoya akan mengirimkan<br />
putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu suka<br />
bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan<br />
bekerja sama dengan Shinji selama setahun dan<br />
membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas.<br />
Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu<br />
datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka.</p>
<p>Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu<br />
bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi<br />
tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang<br />
sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan<br />
menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang<br />
wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi<br />
kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga<br />
dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur<br />
dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering<br />
yang dipetiknya di padang rumput.</p>
<p>Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya<br />
sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga<br />
daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun<br />
kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit<br />
ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Shinji<br />
melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal<br />
Asaka.Jantungnya berdebar kencang penuh harap,<br />
kemudian tersentak karena kecewa.</p>
<p>Bukan Asaka, tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang<br />
turun dari kereta api. Gadis itu berdiri malu-malu di<br />
depannya, matanya menunduk. Shinji hanya bisa<br />
memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar<br />
diulurkannya buket bunga itu kepada Yumi. &#8220;Selamat<br />
datang,&#8221; katanya lirih, matanya menatap nanar. Senyum<br />
tipis menghias wajah Yumi yang tidak cantik.</p>
<p>&#8220;Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku<br />
datang ke sini,&#8221; kata Yumi, sambil sekilas memandang<br />
mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduk lagi.</p>
<p>&#8220;Aku akan mengurus bawaanmu,&#8221; kata Shinji dengan<br />
senyum terpaksa.</p>
<p>Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak<br />
Matsutoya dan ayahnya benar. Yumi memang punya intuisi<br />
bisnis yang hebat. Sementara Shinji bekerja di<br />
tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di<br />
sudut ruang duduk, dengan cermat Yumi mencatat semua<br />
kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset mereka<br />
telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan<br />
senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan<br />
sentuhan ajaib seorang wanita.</p>
<p>Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Shinji<br />
dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di<br />
ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Yumi? Akankah dia<br />
bisa bertemu lagi dengan Asaka? Apakah impian lamanya<br />
untuk memperistri Asaka harus dilupakannya? Setahun<br />
lamanya Yumi dan Shinji bekerja, bermain, dan tertawa<br />
bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah<br />
sekali, Yumi mencium pipi Shinji sebelum masuk ke<br />
kamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak<br />
itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan<br />
berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di<br />
beranda setelah makan malam.</p>
<p>Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur<br />
punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka<br />
longsor. Dengan kesal Shinji mengisi karung-karung<br />
pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk<br />
membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup,<br />
tetapi tampaknya usahanya sia-sia. Tiba-tiba Yumi<br />
muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang<br />
terbuka. Shinji menyekop dan memasukkan pasir<br />
kedalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Yumi<br />
melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung<br />
lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki<br />
terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda.<br />
Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke<br />
pondok.</p>
<p>Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah, &#8220;Aku<br />
takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu.<br />
Terima kasih, Yumi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sama-sama,&#8221; gadis itu menjawab sambil tersenyum<br />
tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia<br />
masuk ke kamarnya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang<br />
mengabarkan bahwa Keluarga Matsutoya dan Keluarga<br />
Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha<br />
keras menutup-nutupinya, jantung Shinji kembali<br />
berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan<br />
bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke<br />
stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka<br />
turun dari kereta api di ujung peron.</p>
<p>Ketika Asaka muncul, Yumi menoleh kepada Shinji.<br />
&#8220;Sambutlah dia,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, &#8220;Apa maksudmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Shinji, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri<br />
Matsutoya yang kau inginkan. Aku memperhatikan<br />
bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalam acara<br />
Perayaan pesta bunga lalu.&#8221; Dia mengangguk ke arah<br />
adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. &#8220;Aku tahu<br />
bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi<br />
istrimu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi&#8230;&#8221;</p>
<p>Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. &#8220;Ssstt,&#8221;<br />
bisiknya. &#8220;Aku mencintaimu, Shinji. Aku selalu<br />
mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya<br />
melihatmu bahagia. Sambutlah adikku.&#8221;</p>
<p>Shinji mengambil tangan yumi dari wajahnya dan<br />
menggenggamnya. Ketika Yumi menengadah, untuk pertama<br />
kalinya Shinji melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia<br />
ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput,<br />
ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan<br />
perapian, ingat ketika Yumi membantunya mengisi<br />
karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa<br />
yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak<br />
diketahuinya.</p>
<p>&#8220;Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan.&#8221; Shinji<br />
merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan<br />
mengecupnya dengan cinta yg tiba-tiba membuncah<br />
didalam dadanya.</p>
<p>Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan<br />
berseru-seru, &#8220;Kami datang untuk menghadiri pernikahan<br />
kalian!&#8221;</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/626/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=626&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/kisah-cinta-sejati-dari-negeri-sebelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghukum tanpa Kekerasan</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/menghukum-tanpa-kekerasan/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/menghukum-tanpa-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi) Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=624&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma<br />
Gandhi)</p>
<p>Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah<br />
lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah<br />
kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh<br />
di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tidak heran bila Arun dan dua<br />
saudara perempuannya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk<br />
mengunjungi teman atau menonton bioskop.<br />
<span id="more-624"></span><br />
Suatu hari ayah Arun meminta Arun untuk mengantarkan ayahnya ke kota untuk<br />
menghadiri konferensi sehari penuh. Dan Arun sangat gembira dengan<br />
kesempatan ini. Tahu bahwa Arun akan pergi ke kota, ibunya memberikan daftar<br />
belanjaan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, ayahnya juga minta untuk<br />
mengerjakan pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di<br />
bengkel.</p>
<p>Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, &#8220;Ayah tunggu kau disini<br />
jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama. &#8220;. Segera Arun<br />
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ayahnya.</p>
<p>Kemudian, Arun pergi ke bioskop, dan dia benar-benar terpikat dengan dua<br />
permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam<br />
menunjukkan pukul 17:30, langsung Arun berlari menuju bengkel mobil dan<br />
terburu-buru menjemput ayahnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Saat itu<br />
sudah hampir pukul 18:00.</p>
<p>Dengan gelisah ayahnya menanyakan Arun &#8220;Kenapa kau terlambat?&#8221;.</p>
<p>Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga<br />
dia menjawab &#8220;Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu&#8221;.<br />
Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel<br />
mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau Arun berbohong.</p>
<p>Lalu Ayahnya berkata, &#8220;Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga<br />
kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah.<br />
Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan<br />
berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik- baik.&#8221;.</p>
<p>Lalu, Ayahnya dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya mulai berjalan<br />
kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama<br />
sekali tidak rata. Arun tidak bisa meninggalkan ayahnya, maka selama lima<br />
setengah jam, Arun mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, melihat<br />
penderitaan yang dialami oleh ayahnya hanya karena kebodohan bodoh yang Arun<br />
lakukan.</p>
<p>Sejak itu Arun tidak pernah akan berbohong lagi.<br />
*Pernyataan Arun:*<br />
&#8220;Sering kali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya<br />
Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah<br />
saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira<br />
tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama<br />
lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar<br />
biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah<br />
kekuatan tanpa kekerasan.&#8221;</p>
<p>Kisah Seekor belalang<br />
Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.</p>
<p>Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,<br />
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”.</p>
<p>Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.</p>
<p>Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.</p>
<p>Renungan :</p>
<p>Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda? Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.</p>
<p>Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.</p>
<p>Kisah Lelaki Sejati<br />
Kisah Lelaki Sejati</p>
<p>Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati?<br />
Bunda menjawab, Nak&#8230;</p>
<p>Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang<br />
kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang<br />
disekitarnya&#8230;.</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang<br />
lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan<br />
kebenaran&#8230;..</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat<br />
di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada<br />
generasi muda bangsa &#8230;</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia<br />
di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia<br />
dihormati didalam rumah&#8230;</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya<br />
pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami<br />
persoalan&#8230;</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang<br />
bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu&#8230;</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya<br />
wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita<br />
yang dicintainya&#8230;</p>
<p>Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel<br />
yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi<br />
lika-liku kehidupan&#8230;</p>
<p>Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya<br />
membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia<br />
menjalankan apa yang ia baca&#8230;</p>
<p>Kisah Racun Penyembuh</p>
<p>Seorang gadis bernama Li-li menikah dan tinggal bersama suami dan ibu<br />
mertua. Dalam waktu singkat, Li-li menyadari bahwa ia tidak dapat cocok<br />
dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda, dan<br />
Li-li sangat marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Li-li juga<br />
dikritik terus-menerus. Hari demi hari, minggu demi minggu, Li-li dan ibu mertua<br />
tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah<br />
buruk, karena berdasarkan tradisi Cina, Li-li harus taat kepada setiap<br />
permintaan sang mertua.</p>
<p>Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami<br />
yang miskin itu ada dalam stress yang besar.</p>
<p>Akhirnya, Li-li tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi<br />
ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Li-li pergi menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, yang menjual jamu.<br />
Li-li menceritakan apa yang dialaminya dan meminta kalau-kalau<br />
Mr Huang dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya<br />
selesai.</p>
<p>Mr Huang berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, Li-li,<br />
saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan<br />
semua yang saya minta.</p>
<p>Li-li menjawab,&#8221;Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta.&#8221;<br />
Mr Huang masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian<br />
dengan sekantong jamu.</p>
<p>Dia memberitahu Li-Li, &#8220;Kamu tidak boleh menggunakan racun yang<br />
be-reaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti<br />
orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu<br />
yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu.<br />
Setiap hari masakkan daging babi atau ayam dan kemudian campurkan<br />
sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang<br />
mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati<br />
dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat<br />
dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu.&#8221;</p>
<p>Li-Li sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulat rencana<br />
pembunuhan terhadap ibu mertua.</p>
<p>Minggu demi minggu berlalu, dan berbulanbulan berlalu, dan setiap<br />
hari, Lili melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara<br />
khusus. Li-Li ingat apa yang dikatakan Mr Huang tentang menghindari<br />
kecurigaan, jadi Li-Li mengendalikan emosinya, mentaati ibu mertua,<br />
memperlakukan ibu mertuanya seperti ibu-nya sendiri dengan sangat<br />
baik dan bersahabat.</p>
<p>Setelah eman bulan, seluruh rumah berubah. Li-li telah belajar<br />
mengendalikan emosi-nya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak<br />
pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat<br />
sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih<br />
baik dan mudah ditemani.</p>
<p>Sikap ibu mertua terhadp Li-li berubah, dan dia mulai menyayangi<br />
Li-li seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan<br />
kenalannya bahwa Li-li adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya.<br />
Li-li dan ibu mertuanya sekarang berlaku sepertu ibu dan anak sungguhan.<br />
Suami Li-li sangat senang melihat apa yang telah terjadi.</p>
<p>Satu hari, Li-li datang menemui Mr. Huang dan minta pertolongan lagi.<br />
Dia berkata, &#8220;Mr Huang, tolonglah saya untuk mencegah racun itu<br />
membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah mencaji wanita yang<br />
sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri.<br />
Saya tidak ingin di a mati karena racun yang saya berikan.&#8221;</p>
<p>Mr. Hunag tersenyum dan mengangkat kepalanya. &#8220;Li-li, tidak usah<br />
khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya<br />
berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya.<br />
Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan<br />
sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang<br />
engkau berikan padanya.&#8221;</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=624&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/menghukum-tanpa-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raja yang jujur atau bodoh</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/raja-yang-jujur-atau-bodoh/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/raja-yang-jujur-atau-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[Ketika china masih terpecah pecah menjadi beberapa kerajaan , perang adalah sesuatu yang tak bisa dihindari , kerajaan besar akan saling berperang untuk menunnjukan kekuasaanya , smentara nasib kerajaan kecil adalah menjadi rebutan kerajaan yang lebih besar dan nasibnya selalu menjadi negara jajahan. tapi kerajaan Hu ternyata tidak pernah dijajah oleh kerajaan besar manapaun , [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=622&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika china masih terpecah pecah menjadi beberapa kerajaan , perang adalah sesuatu yang tak bisa dihindari , kerajaan besar akan saling berperang untuk menunnjukan kekuasaanya , smentara nasib kerajaan kecil adalah menjadi rebutan kerajaan yang lebih besar dan nasibnya selalu menjadi negara jajahan.<br />
<span id="more-622"></span><br />
tapi kerajaan Hu ternyata tidak pernah dijajah oleh kerajaan besar manapaun , padahal kerajaan hu hanyalah sebuah kerajaan kecil yg kekuatan tentaranya minim , dan faktanya kerajaan ini adalah sebuah kerajaan yang makmur dan dipimpin oleh seorang raja yg terkenal sangat jujur.</p>
<p>kenapa kerajaan hu aman aman saja&#8230;? kerana kerajaan hu letak geografisnyalah yang melindunginya , kerajaan ini dikelilingi oleh pegunungan tinggi , dan dibatasi oleh sebuah sungai lebar yg beraliran cukup deras. satu satunya jalan masuk ke kerajaan itu adalah melalui sebuah jembatan yg melintas di atas sungai besar.</p>
<p>hal ini tentu saja menyulitkan kerajaan besar manapun yg hendak menyerang kerajaan hu , kerajaan besar dengan bala tentara ribuan tentu akan kerepotan jika harus melintasi sungai lebar tersebut apalagi jika melewati jembatan , sebesar apapun tentaranya pasti akan terpecah dan tercerai berai pada saat menyeberang sungai dan akan menjadi sasaran empuk tentara hu.</p>
<p>Namun ternyata ada saja raja yg nekad mengerahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan hu , raja zhou mengerahkan tentaranya besar besaran dengan tujuan untuk menjajah kerajaan hu.<br />
dan memang sesuai dugaan, sebesar apapun tentara yg dikerahkan , saat menyeberang sungai mereka menjadi tercerai berai karena harus berusaha agar tidak hanyut.</p>
<p>panglima perang kerajaan hu yg mengetahui negaranya akan diserang segera menyiapkan pasukannya untuk menghadang pergerakan pasukan zhou.<br />
tapi sang panglima terkejut ketika rajanya memberi perintah, :</p>
<p>&#8220;siapkan pasukan , tapi tunggu sampai musuh menyeberang sungai baru kita menyerang&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;tapi tuanku &#8230;&#8230;pasukan kita tak akan sanggup menghadapi pasukan zhou , mereka lebih banyak dan berpengalaman , satu satunya kesempatan kita adalah menyerang mereka saat sedang menyeberang sungai&#8230;&#8230;saat itu kekuatan mereka melemah tuanku&#8230;.&#8221; bantah sang panglima.</p>
<p>&#8220;DIAM KAU PANGLIMA!!!!!! AKU TAHU JIKA KITA MENYERANG MEREKA SAAT MENYEBERANG SUNGAI MAKA KITA AKAN MENANG , TAPI ITU ADALAH PERBUATAN TIDAK KSATRIA DAN TIDAK JUJUR&#8230;..LEBIH BAIK KITA TUNGGU MEREKA MENYEBERANG.&#8221;</p>
<p>&#8220;tapi baginda&#8230;kita tak mungkin menang kalo begitu&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8221; WAHAI PANGLIMAKU&#8230;DENGARLAH&#8230;&#8230;..AKU LEBIH BAIK KALAH DAN MATI SECARA KESATRIA DARIPADA HARUS MENANG DENGAN MELAWAN MUSUH YANG TIDAK SIAP&#8230;!!!!!&#8221;</p>
<p>dan memang pada akhirnya kerajaan hu kalah dan menjadi jajahan raja Zhou , smentara raja hu dihukum mati dengan dipenggal kepalanya tapi tetap mempertahankan prinsip kejujuran yang dia yakini.</p>
<p>so guys and gals&#8230;&#8230;.jujur apa bodoh ,&#8230;&#8230;&#8230;?????</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=622&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/raja-yang-jujur-atau-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Sebuah Impian</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/harga-sebuah-impian/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/harga-sebuah-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[Karier seorang penulis umumnya diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi, sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala. &#8220;Saya ingin jadi penulis novel.&#8221; &#8220;Saya ingin menerbitkan buku puisi.&#8221; &#8220;Saya ingin nama saya terpampang di layar sebagai penulis cerita film.&#8221; Karier saya juga diawali dengan sebuah impian. Saya ingin membuat orang tertawa. Saya ingin menulis cerita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=620&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karier seorang penulis umumnya diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi, sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala.</p>
<p>&#8220;Saya ingin jadi penulis novel.&#8221; &#8220;Saya ingin menerbitkan buku puisi.&#8221; &#8220;Saya ingin nama saya terpampang di layar sebagai penulis cerita film.&#8221;<br />
<span id="more-620"></span><br />
Karier saya juga diawali dengan sebuah impian. Saya ingin membuat orang tertawa. Saya ingin menulis cerita komedi.</p>
<p>Tetapi setiap penulis juga harus menyadari, bahwa ada harga yang harus dibayar untuk setiap tujuan yang hendak dicapai.</p>
<p>Tiket masuk ke dalam sebuah impian tidak ada yang gratis. Ada riset yang harus dilakukan, harus belajar, berlatih, berlatih, dan berlatih.</p>
<p>Yang paling murah dan biasanya paling cepat, jalan untuk mencapai semua keinginan itu adalah dengan membayar harganya secara penuh.</p>
<p>Lakukan semua pekerjaan dengan sungguh-sungguh!</p>
<p>Saat saya memutuskan untuk menjadi seorang penulis komedi, saya ingin belajar dari seorang yang profesional.</p>
<p>Bob Hope, saya pikir, memiliki bahan-bahan yang berguna dan paling bisa dipelajari untuk tujuan analisis.</p>
<p>Bahan-bahan komedinya yang lucu ada di koran dan murni humor.</p>
<p>Tentu saja, Bob Hope adalah seorang pakar dalam membawakan lawakan yang dibawakan secara langsung, tetapi tetap saja ada humor yang bisa dibaca dan dipelajari.</p>
<p>Komik yang lain, seperti Jerry lewis juga lucu, tetapi lebih kepada kejenakaan untuk menciptakan suasana yang meriah.</p>
<p>Di buku, bahan-bahan itu kurang begitu bermanfaat bagi para pelajar, dibandingkan seperti pada buku-buku komedi Bob Hope.</p>
<p>Jadi saya mempelajari komedi Bob Hope.</p>
<p>Saya merekam monolog-nya di acara televisi dan menyalin kata-katanya.</p>
<p>Saya harus menganalisis bentuk-bentuk lawakan, susunan kata, ritme, pengaturan lelucon di dalam aliran, dan lain-lain.</p>
<p>Kemudian, untuk sementara waktu saya mengesampingkan monolognya.</p>
<p>Dalam beberapa minggu, saya telah memilih topik baru dari koran dan mencoba menulis sebuah humor dengan mempergunakan teknik yang saya pelajari dari monolog Bob Hope yang terbaru.</p>
<p>Dengan mempergunakan teknik ini, Bob Hope dan para penulisnya menjadi mentor saya.</p>
<p>Dan ternyata cara itu membuahkan hasil.</p>
<p>Saya berhasil menjadi penulis komik di koran lokal, kemudian melanjutkan jenjang karier menjadi seorang staf di pertunjukan selingan di televisi.</p>
<p>Bahkan akhirnya menjadi lebih berhasil lagi.</p>
<p>Bob Hope menghubungi saya.</p>
<p>&#8220;Saya sudah mendengar mengenai tulisan anda dan berpikir jika anda mau membuatkan beberapa alur cerita untuk saya tampil di Academy Awards.</p>
<p>Tahun ini saya menjadi pembawa acaranya. Saya ingin tahu apakah humor buatan anda bisa membantu saya.&#8221;</p>
<p>Ini adalah bagian dari mimpi yang tidak berani saya bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Tetapi di sini tidak ada sesuatu yang mustahil.</p>
<p>Saya membuka buku dan memegang pulpen di halaman belakang rumah, menulis beberapa ratus lelucon mengenai kondisi saat ini tentang bioskop, selebritis, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan piala Oscar.</p>
<p>Secara alami, saya menggunakan metoda yang saya pelajari bertahun-tahun dari gaya lawakan Bob Hope.</p>
<p>Bob Hope mempergunakan sepuluh humor yang saya berikan pada casting televisi dan itu membuat saya sangat bangga.</p>
<p>Hari berikutnya dia memanggil saya lagi dan berkata, &#8220;Saya suka tulisan-tulisan anda. Kelihatannya anda telah menulis bahan komedi untuk saya sepanjang hidup saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar Pak Hope,&#8221; kata saya. &#8220;Hanya bapak tidak mengetahuinya.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya saya menjadi penulis tetap untuk Bob Hope.</p>
<p>* * * * *</p>
<p>Ada dua pelajaran yang berharga dari pengalaman ini, bahwa semua penulis dapat belajar dan memperoleh inspirasi dari :</p>
<p>Pertama yaitu usaha yang harus dilakukan, supaya setiap impian dapat terwujud.</p>
<p>Impian adalah sumber kekuatan, hanya jika impian itu diwujudkan dalam penelitian, pembelajaran dan usaha yang tidak kenal menyerah.</p>
<p>Hal yang kedua adalah: lakukan segala hal yang harus dikerjakan &#8211; dan tujuan anda akan bisa diraih.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/620/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=620&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/harga-sebuah-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Serigala</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/2-serigala/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/2-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri, &#8220;Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?&#8221; tanya serigala B, &#8220;Ah, itu gampang, lihat saja nih!&#8221; Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=617&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri,<br />
<span id="more-617"></span><br />
&#8220;Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?&#8221; tanya serigala B,</p>
<p>&#8220;Ah, itu gampang, lihat saja nih!&#8221; Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.</p>
<p>Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut,</p>
<p>&#8220;DUAAAKK!!&#8221; begitu suaranya..</p>
<p>Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit&#8230; sampai 5 menit..</p>
<p>Serigala itu belum dapat menangkap kelinci itu, karena kelinci itu larinya lebih kencang. serigala itupun kelelahan, dan menghentikan pengejarannya.</p>
<p>Dengan perasaan yang sangat malu, dia menunduk berjalan dan kembali ke temannya serigala B.</p>
<p>Setelah sampai di tempat serigala B, maka serigala B itupun bertanya, &#8220;Bagaimana? Apakah kamu bisa menangkapnya ?&#8221; tanya serigala B, lalu serigala A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tertunduk.</p>
<p>Serigala B lalu melanjutkan perkataanya : &#8220;Kamu tahu, kenapa kamu tidak bisa menangkap kelinci itu? Kamu kalah, karena kamu tidak serius. Kamu berlari mengejar kelinci hanya untuk pamer saja, sedangkan kelinci itu berlari untuk nyawanya.&#8221;</p>
<p>Mungkin kita tertawa mendengar cerita ini, betapa bodohnya seekor serigala yang seharusnya dapat berlari sangat kencang, tetapi tidak dapat menangkap seekor kelinci.</p>
<p>Tapi, kita dapat mengambil pelajaran dari serigala tersebut, untuk orang yang sudah bekerja, mungkin Anda merasa, Anda sangat lelah, Anda capai dengan pekerjaan Anda, Anda merasa bosan, Anda merasa tidak ada kemajuan sama sekali dalam pekerjaan Anda, Itu dikarenakan karena Anda tidak serius dengan pekerjaan Anda. Cobalah pikirkan kembali, apakah tujuan sebenarnya Anda bekerja? Apakah pekerjaan Anda yang sekarang sudah cocok dengan bidang Anda? Terkadang ada orang yang bekerja, karena tuntutan orang tua agar mencari uang sendiri, atau kadang juga ada orang yang bekerja, karena mereka merasa &#8216;harus&#8217; bekerja untuk membantu orang tua mereka menghidupi keluarganya, atau ada juga orang yang bekerja karena untuk dapat pamer pada teman-temannya, pada sanak saudara, bahwa dia sudah bekerja.</p>
<p>Memang bekerja tidaklah salah, tapi jika pekerjaan itu dilakukan dengan tidak serius atau &#8216;separuh hati&#8217; maka Anda akan merasa bosan, merasa malas untuk bekerja, tidak ada gairah. Lain halnya jika Anda bekerja, karena Anda benar-benar menyukai pekerjaan tersebut dan sesuai dengan bidang Anda, Anda akan enggan berhenti bekerja untuk beristirahat, setiap pagi Anda akan selalu terbangun dengan wajah yang berseri-seri.</p>
<p>Jadi, apakah tujuan Anda bekerja ? Jawaban ada di tangan Anda</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=617&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/2-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Negro dalam lift</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/2-negro-dalam-lift/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/2-negro-dalam-lift/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini di Atlantic City &#8211; AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut di kamarnya. Maka ia pun menuju lift. Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=615&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini di Atlantic City &#8211; AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut di kamarnya. Maka ia pun menuju lift.<span id="more-615"></span></p>
<p>Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana. Ia berpikir, &#8220;Dua orang ini akan merampokku.&#8221; Tapi pikirnya lagi, &#8220;Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah.&#8221;</p>
<p>Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan, mereka harus tahu yang saya pikirkan!</p>
<p>Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik . . . dua detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.</p>
<p>Lalu, salah satu dari mereka berkata, &#8220;Hit the floor&#8221; (Tekan Lantainya). Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkanlah saya hidup.</p>
<p>Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, &#8220;Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya.&#8221; Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.</p>
<p>Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Merekapun menolong wanita tersebut berdiri. &#8220;Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift,&#8221; kata seorang yang bertubuh sedang.</p>
<p>Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir , &#8220;Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku.&#8221; Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu ke dalam keranjangnya.</p>
<p>Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.</p>
<p>Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.</p>
<p>Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.</p>
<p>Pada kartunya tertulis: &#8220;Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini.&#8221;</p>
<p>Tertanda:<br />
&gt; Eddie Murphy<br />
&gt; Michael Jordan</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=615&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/2-negro-dalam-lift/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari bocah penjual Koran</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pelajaran-dari-bocah-penjual-koran/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pelajaran-dari-bocah-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 08:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota. Seperti biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=613&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota.<span id="more-613"></span></p>
<p>Seperti biasa saya duduk bersama rekan rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan Koran kepada semua penduduk shelter.</p>
<p>&#8221; Koran, Koran, Kompas, Media, tempo, republika, warta kota&#8221; begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan Koran kepada kami. &#8220;Koran bang&#8221; dia menawari ku untuk membeli Koran. &#8220;seperti biasa kompas satu&#8221; kataku meminta Koran yang biasa kubaca setiap pagi.</p>
<p>Tangan mungilnya dengan cekatan memilih Koran yang kuminta diantara tumpukan Koran dagangannya.</p>
<p>&#8221; ini bang Koran kompasnya&#8221; memberi Koran yang aku minta kepadanya, &#8220;nih ada kembaliaanya engga&#8221; kataku sambil menyodorkan uang Rp 50.000, kepadanya. &#8220;beres bang, pasti ada&#8221; segera dikeluarkan kembaliannya dari tas gembloknya yang kotor, &#8220;wah pagi-pagi uangnya dah banyak ya&#8221; kataku kepada bocah tersebut.</p>
<p>&#8220;Allhamdulilah bang, rejeki saya lagi lancar&#8221; katanya sambil tersenyum senang. Dan setelah itu diapun berlalu menawarkan Koran kepada para penghuni shelter lainnya.</p>
<p>Saat ini pukul 05.20, masih terlalu lama jemputan ku datang, maka saya menyempatkan membaca koran kompas </p>
<p>yang tadi saya beli pada bocah tukang Koran tersebut.</p>
<p>Tanpa sadar saya memperhatikan betapa gigih seorang bocah tukang Koran tersbut mencari uang, dengan menawarkan daganganya kepada semua orang yang datang dan pergi silih beranti.</p>
<p>Sepintas tampak keringat membasahi wajahnya yang tegar dalam usia beliaya harus berjuang memperoleh uang secara halal dan sebagai pekerja keras.</p>
<p>&#8221; Koran, mba ada tabloid nova, ada berita selebritisnya nih mba, atau ini tabloid bintang, ada kabar artis bercerai&#8221; katanya bagai seorang marketing ulung tanpa menyerah dia menawarkan Koran kepada seorang wanita setengah baya yang pada akhirnya menyerah dan membeli satu tabloid yang disebut sang bocah tersebut.</p>
<p>Sambil memperhatikan terbersit rasa kagum dan rasa haru kepada bocah tersebut, dan memperhatikan betapa gigihnya dia berusaha, hanya tampak senyum ceria yang membuat semua orang yang ditawarinya tidak marah. Tidak terdapat sedikit pun rasa putus asa dalam dirinya, walaupun terkadang orang yang ditawarinya tidak membeli korannya.</p>
<p>Sesaat mungkin bocah tersebut lelah menawarkan korannya, dan dia terduduk disampingku, &#8220;kamu engga sekolah dik&#8221; tanyaku kepadanya &#8220;engga bang, saya tidak ingin sekolah tinggi-tinggi&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;engga ada biaya dik&#8217; tanyaku menyelidik, &#8220;Bukan bang, walau saya tukang Koran saya punya cita-cita&#8221; jawabnya, &#8220;maksudnya, kan dengan sekolah kamu bisa mewujudkan cita-cita kamu dengan lebih mudah&#8221; kataku menjawab.</p>
<p>&#8220;Aku sering baca Koran bang, banyak orang yang telah sekolah tinggi bahkan sarjana tidak bekerja bang, alias nganggur. Mending saya walau sekolah tidak tinggi saya punya penghasilan bang&#8221; katanya berusaha menjelaskan kepadaku. &#8220;abang ku bang, tidak sekolah bisa buka agen Koran penghasilan sebulannya bisa 3-4 juta bang, saya baca di Koran gaji pegawai honorer Cuma 700ribu, jadi buat apa saya sekolah bang&#8221; tanyanya kepadaku</p>
<p>Saya mengerutkan kening, tertanda saya tekejut dengan jawaban bocah kecil tersebut pemikiran yang tajam, dan sebuah keritik yang dalam buat saya yang seorang sarjana. Dalam hati saya membenarkan perkataan anak tersebut, UMR kota bekasi saja +/-900rb untuk golongan smu.</p>
<p>Saya pun tersenyum mendengar jawaban anak tersebut, kemudian bus jenputan saya pun tiba dan saya meninggalkan bocah tersebut tanpa bisa menjawab pertanyaanya, apa tujuan kita sekolah, menjadi sarjana.?</p>
<p>Karena banyak sarjana sekarang yang begitu lepas kerja mengaggur, tidak punya penghasilan, dan banyak juga karena belum bisa bekerja yang melanjutkan S2 dengan alas an ingin mengisi waktu luang dan menambah nilai jual dirinya.</p>
<p>Tapi pernyataan bocah penjual Koran tersebut menyadarkan saya, tentang rejeki, dan tujuan dari bersekolah, yang saat ini saya mungkin kalah dengan bocah kecil tersebut, walau saya seorang yang mempunyai penghasilan dan mempunyai suatu jabatan saya hanyalah manusia gajian, saya hanya seorang buruh.</p>
<p>Beda dengan bocah kecil tersebut, dalam usia belia dia sudah bisa menjadi majikan untuk dirinya sendri. Sungguh hebat pemikiran lugu bocah penjual Koran tersebut. pembalajaran yang menarik dari seorang bocah kecil yang setiap hari kutemui.(EA)<br />
&#8220;Rizky Tuhan sungguh tidak terbatas, tinggal kemauan kita untuk dapat berusaha menggapainYa&#8221;<br />
<strong><br />
&#8220;Pelajaran Dapat di peroleh tidak hanya di pendidikan formal, Dan dunia pun banyak memberi pelajaran untuk kita&#8221;<br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=613&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/08/27/pelajaran-dari-bocah-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspirasi &#124; Kesombongan Diri</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/07/27/kisah-inspirasi-kesombongan-diri/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/07/27/kisah-inspirasi-kesombongan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 07:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Budi, seorang anak laki-laki SD kelas 3 baru saja memenangkan sebuah medali sebagai pembaca terbaik di kelas. Terbuai oleh kesombongan, ia menyombongkan diri dihadapan pembantu di rumah, &#8220;Bibi, coba lihat, jika mau Bibi dapat membaca sebaik saya.&#8221; Pembantu itu mengambil buku, memandangnya, dan akhirnya berkata dengan terbata-bata, &#8220;Nak Budi, saya tidak bisa membaca.&#8221; Sombong seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=601&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Budi, seorang anak laki-laki SD kelas 3 baru saja memenangkan sebuah medali sebagai pembaca terbaik di kelas. Terbuai oleh kesombongan, ia menyombongkan diri dihadapan pembantu di rumah, &#8220;Bibi, coba lihat, jika mau Bibi dapat membaca sebaik saya.&#8221; Pembantu itu mengambil buku, memandangnya, dan akhirnya berkata dengan terbata-bata, &#8220;Nak Budi, saya tidak bisa membaca.&#8221;<span id="more-601"></span></p>
<p>Sombong seperti burung merak, anak kecil itu lari ke ruangan keluarga dan berteriak kepada ayahnya, &#8220;Yah, Bibi tidak bisa membaca, sedangkan saya meski baru berumur 8 tahun, saya sudah dapat medali untuk kehebatan membaca. Saya ingin tahu bagaimana sih perasaannya, memandang buku tapi tidak bisa membaca.&#8221;</p>
<p>Tanpa berkata sepatah pun, ayahnya berjalan menuju rak buku, mengambil satu buku, dan memberinya ke Budi dan berkata, &#8220;Bibi merasa seperti ini.&#8221; Buku itu ditulis dalam bahasa Jerman dan Budi tidak bisa membaca satu kata pun.</p>
<p>Anak laki-laki itu tidak akan pernah melupakan pelajaran itu sekejap pun. Bila perasaan sombong datang, dia dengan tenang akan mengingatkan dirinya, &#8220;Ingat, kamu tidak bisa membaca dalam bahasa Jerman.&#8221;</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-artikel-unik/'>Kumpulan Artikel Unik</a>, <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=601&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/07/27/kisah-inspirasi-kesombongan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Menarik &#124; Olimpiade Yang Istimewa</title>
		<link>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/07/27/cerita-menarik-olimpiade-yang-istimewa/</link>
		<comments>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/07/27/cerita-menarik-olimpiade-yang-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 07:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kak Zen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Artikel Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Cerita Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kisah Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangatmenarik.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu, diadakan olimpiade khusus orang-orang cacat di Seattle. Saat itu dilakukan pertandingan lari jarak 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap di tempat start masing-masing. Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakkan, mereka semua berlari, meski tidak tepat berada di garis lintasannya, namun semuanya berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=599&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun lalu, diadakan olimpiade khusus orang-orang cacat di Seattle. Saat itu dilakukan pertandingan lari jarak 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap di tempat start masing-masing.<span id="more-599"></span></p>
<p>Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakkan, mereka semua berlari, meski tidak tepat berada di garis lintasannya, namun semuanya berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. Kecuali, seorang pelari, anak lelaki, tiba-tiba tersandung dan terjatuh berguling beberapa kali. Ia lalu menangis.</p>
<p>Delapan pelari mendengar tangisan anak lelaki yang terjatuh itu. Mereka lalu memperlambat lari mereka dan menoleh ke belakang. Mereka semua berbalik dan berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh di tanah itu.</p>
<p>Semuanya, tanpa terkecuali.</p>
<p>Seorang gadis yang menyandang cacat keterbelakangan mental menunduk, memberikan sebuah ciuman padanya dan berkata, “Semoga membuatmu merasa lebih baik.”</p>
<p>Kemudian kesembilan pelari itu saling bergandengan tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.</p>
<p>Seluruh penonton yang ada di stadion itu berdiri, memberikan salut selama beberapa lama.</p>
<p>Mereka yang berada di sana saat itu masih saja tak bosan bosannya meneruskan kejadian ini. Tahukah anda mengapa?</p>
<p>Karena di dalam diri kita yang terdalam kita tahu bahwa dalam hidup ini tak ada yang jauh lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua.</p>
<p>Yang terpenting dalam hidup ini adalah saling tolong menolong meraih kemenangan, meski kita harus mengalah dan mengubah diri kita sendiri.</p>
<br />Filed under: <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-artikel-unik/'>Kumpulan Artikel Unik</a>, <a href='http://sangatmenarik.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-menarik/'>Kumpulan Cerita Menarik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangatmenarik.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangatmenarik.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangatmenarik.wordpress.com&#038;blog=9015759&#038;post=599&#038;subd=sangatmenarik&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangatmenarik.wordpress.com/2010/07/27/cerita-menarik-olimpiade-yang-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daadf86a7183f40e4a80c04b3128acfc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
